
Label bukan sekadar hiasan yang membuat kemasan skincare terlihat menarik. Di balik desain yang cantik, terdapat informasi penting yang membantu konsumen memahami isi, fungsi, cara penggunaan, hingga identitas produk. Karena itu, ketika menjalankan bisnis skincare melalui maklon skincare, desain label perlu dipikirkan sejak awal agar tampil profesional sekaligus memenuhi ketentuan yang berlaku.
Bagi pemilik brand, label juga menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kepercayaan. Konsumen biasanya akan melihat kemasan terlebih dahulu sebelum membaca detail produk. Label yang rapi, informatif, dan mudah dipahami dapat membuat produk terlihat lebih meyakinkan.
Lantas, bagaimana cara mendesain label produk maklon skincare yang benar? Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.
1. Tentukan Identitas Brand dengan Jelas
Langkah pertama dalam membuat label adalah menentukan identitas brand. Nama merek harus terlihat jelas dan mudah dibaca, terutama pada bagian depan kemasan. Pilih jenis huruf yang sesuai dengan karakter brand, tetapi tetap mengutamakan keterbacaan.
Misalnya, brand ingin menampilkan kesan elegan, minimalis, natural, atau modern. Konsep tersebut dapat diterjemahkan melalui pemilihan warna, tipografi, ilustrasi, serta tata letak.
Jangan terlalu banyak memasukkan elemen visual. Label yang dipenuhi tulisan dan ornamen justru dapat membuat konsumen kesulitan menemukan informasi utama.
Jika menggunakan jasa maklon skincare, konsep identitas brand sebaiknya sudah didiskusikan dengan tim terkait sejak tahap awal. Dengan begitu, desain label dapat disesuaikan dengan karakter produk dan target pasar.
2. Cantumkan Nama dan Jenis Produk
Nama produk merupakan informasi utama yang perlu ditampilkan secara jelas. Selain nama brand, konsumen juga perlu mengetahui jenis produk yang ada di dalam kemasan.
Contohnya, produk dapat berupa serum, krim wajah, pembersih wajah, toner, masker, atau jenis skincare lainnya.
Informasi tersebut sebaiknya diletakkan pada area yang mudah terlihat. Ukuran tulisan juga perlu diperhatikan agar tetap terbaca ketika produk dipajang di rak maupun difoto untuk kebutuhan pemasaran digital.
Nama produk yang jelas membantu konsumen memahami produk hanya dengan melihat kemasannya tanpa harus membaca seluruh bagian label.
3. Tampilkan Informasi Isi Bersih
Informasi mengenai isi bersih atau netto merupakan bagian penting dari label. Konsumen perlu mengetahui berapa banyak produk yang mereka dapatkan dalam satu kemasan.
Penulisan isi bersih harus menggunakan satuan yang sesuai dengan karakter produk, misalnya gram atau mililiter.
Pastikan informasi tersebut tidak tertutup oleh desain atau elemen kemasan lainnya. Ukuran tulisan juga harus cukup jelas sehingga dapat dibaca dengan mudah.
Pada tahap produksi, pemilik brand dapat mengonsultasikan penempatan informasi ini kepada pabrik skincare yang menangani proses produksi. Hal tersebut membantu memastikan desain label sesuai dengan kemasan yang digunakan.
4. Perhatikan Komposisi Produk
Komposisi merupakan informasi yang sangat diperhatikan oleh konsumen skincare. Banyak konsumen kini lebih teliti dalam mencari tahu bahan apa saja yang terdapat dalam produk sebelum menggunakannya.
Karena itu, bagian komposisi sebaiknya ditulis secara rapi dan mudah dibaca. Hindari menggunakan ukuran huruf yang terlalu kecil hanya karena ingin menghemat ruang.
Daftar bahan juga harus disesuaikan dengan formula produk yang sebenarnya. Jangan memasukkan klaim atau bahan yang tidak terdapat dalam formula.
Dalam proses maklon skincare, formula biasanya dikembangkan dan disepakati terlebih dahulu sebelum masuk tahap produksi. Informasi pada label harus mengikuti formula final yang telah ditetapkan.
5. Cantumkan Cara Penggunaan
Cara penggunaan membantu konsumen menggunakan produk secara tepat. Instruksi sebaiknya dibuat singkat, jelas, dan tidak menimbulkan kebingungan.
Misalnya, jelaskan kapan produk digunakan, bagaimana cara mengaplikasikannya, serta hal-hal yang perlu diperhatikan apabila memang diperlukan.
Instruksi yang sederhana akan lebih mudah dipahami dibandingkan paragraf panjang yang memenuhi bagian belakang kemasan.
Untuk produk skincare yang memiliki cara penggunaan khusus, pemilik brand dapat berdiskusi dengan pabrik skincare mengenai informasi penggunaan yang sesuai dengan karakter formulanya.
6. Sertakan Peringatan yang Diperlukan
Beberapa produk membutuhkan informasi peringatan tertentu. Misalnya, terdapat anjuran untuk menghindari kontak dengan mata, menyimpan produk pada kondisi tertentu, atau menghentikan penggunaan apabila terjadi reaksi yang tidak diinginkan.
Informasi peringatan harus dibuat secara proporsional. Jangan menggunakan kalimat yang terlalu menakutkan, tetapi jangan pula menghilangkan informasi penting hanya demi membuat label terlihat sederhana.
Bagian ini juga menjadi salah satu alasan mengapa komunikasi antara pemilik brand dan pihak maklon skincare sangat penting. Informasi yang berkaitan dengan karakter produk perlu dikomunikasikan sebelum desain label difinalisasi.
Baca Juga: Rekomendasi Private Label Skincare Terbaik di Indonesia
7. Pastikan Identitas Produsen dan Legalitas Sesuai
Label skincare tidak hanya berbicara tentang desain. Informasi mengenai pihak yang memproduksi atau bertanggung jawab atas produk juga perlu diperhatikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, informasi legalitas seperti nomor notifikasi atau informasi lain yang diwajibkan perlu dicantumkan sesuai status produk dan peraturan yang berlaku.
Jangan menambahkan nomor atau informasi legalitas secara sembarangan. Pastikan seluruh informasi sudah benar dan telah melalui proses yang diperlukan.
Jika menggunakan jasa maklon skincare, mintalah arahan dari pihak yang menangani produksi mengenai informasi apa saja yang perlu disiapkan pada label. Dengan demikian, desain tidak hanya menarik, tetapi juga lebih siap untuk proses produksi dan pemasaran.
8. Gunakan Desain yang Mudah Dibaca
Desain menarik memang penting, tetapi keterbacaan harus menjadi prioritas. Pilih kombinasi warna yang memberikan kontras cukup antara tulisan dan latar belakang.
Hindari penggunaan terlalu banyak jenis font. Dua atau tiga jenis huruf biasanya sudah cukup untuk membangun hierarki informasi.
Atur ukuran tulisan berdasarkan tingkat kepentingannya. Nama produk dapat dibuat lebih besar, sedangkan informasi detail seperti komposisi dan cara penggunaan dapat dibuat lebih kecil tetapi tetap mudah dibaca.
Perhatikan juga ukuran label sebenarnya. Desain yang terlihat bagus di layar komputer belum tentu terlihat bagus setelah dicetak pada botol atau jar skincare berukuran kecil.
9. Sesuaikan Label dengan Bentuk Kemasan
Setiap kemasan memiliki karakteristik berbeda. Botol, tube, jar, pouch, dan kemasan lainnya memiliki luas permukaan serta bentuk yang berbeda pula.
Karena itu, desain label harus mengikuti ukuran dan bentuk kemasan. Jangan sampai tulisan terpotong, logo berada tepat di area lengkungan kemasan, atau informasi penting tertutup sambungan label.
Sebelum dicetak dalam jumlah besar, sebaiknya lakukan pengecekan menggunakan mockup atau sampel fisik. Tahap ini dapat membantu menemukan kesalahan desain lebih awal.
Koordinasi dengan pabrik skincare juga penting karena pihak produksi biasanya memiliki spesifikasi teknis terkait ukuran kemasan dan label.
10. Hindari Klaim yang Berlebihan
Salah satu kesalahan yang perlu dihindari adalah menggunakan klaim yang terlalu berlebihan. Label sebaiknya memberikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan karakter produk.
Hindari menggunakan pernyataan yang dapat memberikan kesan bahwa skincare mampu memberikan hasil instan atau menjamin hasil tertentu kepada semua orang.
Klaim produk harus dipertimbangkan dengan hati-hati karena label merupakan bagian dari komunikasi resmi kepada konsumen. Pastikan setiap klaim memiliki dasar yang sesuai dan tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku.
11. Lakukan Pemeriksaan Sebelum Dicetak
Sebelum desain masuk ke tahap produksi, lakukan pemeriksaan menyeluruh. Periksa kembali nama brand, nama produk, komposisi, isi bersih, cara penggunaan, peringatan, informasi produsen, kode produksi, tanggal kedaluwarsa, serta informasi lain yang diperlukan.
Kesalahan satu huruf mungkin terlihat sepele, tetapi jika label sudah dicetak dalam jumlah besar, perbaikannya dapat membutuhkan biaya dan waktu tambahan.
Karena itu, lakukan proofreading lebih dari satu kali. Jika memungkinkan, minta beberapa orang ikut memeriksa desain dari sudut pandang yang berbeda.
12. Bangun Label yang Menarik Sekaligus Informatif
Pada akhirnya, label produk maklon skincare harus mampu menjalankan dua fungsi sekaligus: menarik perhatian dan memberikan informasi.
Desain yang terlalu sederhana mungkin kurang mencolok, sedangkan desain yang terlalu ramai dapat membuat informasi penting sulit ditemukan. Kuncinya adalah keseimbangan.
Mulailah dengan menentukan identitas brand, kemudian susun informasi berdasarkan prioritas. Setelah itu, sesuaikan desain dengan ukuran kemasan dan pastikan seluruh informasi telah diperiksa sebelum masuk tahap cetak.
Bekerja sama dengan pabrik skincare yang berpengalaman juga dapat membantu proses tersebut menjadi lebih terarah. Selain mendapatkan produk sesuai formula yang direncanakan, pemilik brand dapat memperoleh masukan terkait kemasan, spesifikasi label, dan kebutuhan produksi.
Dengan perencanaan yang matang, label tidak hanya menjadi “wajah” produk, tetapi juga menjadi media komunikasi yang memperkuat profesionalitas sebuah brand skincare.
