Cara Menghitung Biaya Produksi Skincare via Jasa Maklon

Cara Menghitung Biaya Produksi
Spread the love

Cara Menghitung Biaya Produksi

Memulai bisnis skincare tidak selalu berarti harus membangun pabrik sendiri. Salah satu pilihan yang banyak digunakan oleh calon pemilik brand adalah menggunakan jasa maklon skincare. Melalui sistem ini, proses pengembangan formula, produksi, pengemasan, hingga beberapa kebutuhan administrasi dapat ditangani oleh pihak maklon sesuai kesepakatan.

Namun, sebelum memulai produksi, ada satu hal penting yang perlu diperhitungkan dengan cermat, yaitu biaya produksi skincare. Menghitung biaya sejak awal membantu Anda menentukan modal, harga jual, jumlah produksi, hingga potensi keuntungan. Jangan sampai produk sudah selesai dibuat, tetapi ternyata biaya yang dikeluarkan jauh lebih besar dari perkiraan.

Lantas, bagaimana cara menghitung biaya produksi skincare melalui jasa maklon? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

1. Tentukan Jumlah Produk yang Akan Diproduksi

Langkah pertama adalah menentukan jumlah produk yang ingin dibuat. Jasa maklon umumnya memiliki minimum order quantity (MOQ) atau jumlah minimum produksi. Besarnya MOQ dapat berbeda-beda tergantung jenis produk, kemasan, formula, dan kebijakan masing-masing perusahaan maklon.

Misalnya, Anda ingin memproduksi 1.000 unit skincare. Jumlah tersebut akan menjadi dasar untuk menghitung berbagai komponen biaya produksi.

Semakin banyak jumlah produksi, biaya per unit pada beberapa komponen dapat menjadi lebih efisien. Namun, produksi dalam jumlah besar juga membutuhkan modal awal yang lebih tinggi. Karena itu, pilih jumlah produksi yang sesuai dengan kemampuan modal dan target pasar.

2. Hitung Biaya Formula atau Pengembangan Produk

Komponen berikutnya adalah biaya formula. Formula merupakan salah satu bagian penting dalam produksi skincare karena berkaitan langsung dengan karakteristik produk yang akan dipasarkan.

Jika menggunakan formula yang sudah tersedia dari pihak maklon, biayanya dapat berbeda dibandingkan dengan membuat formula khusus. Formula custom biasanya membutuhkan proses pengembangan dan pengujian yang lebih panjang.

Dalam perhitungan sederhana, biaya formula dapat dimasukkan sebagai biaya pengembangan awal. Jika biaya tersebut berlaku untuk satu kali pengembangan, Anda dapat membaginya dengan jumlah unit produksi untuk mengetahui kontribusinya terhadap harga per produk.

Sebagai contoh, biaya pengembangan formula sebesar Rp5.000.000 untuk produksi 1.000 unit. Maka:

Rp5.000.000 ÷ 1.000 = Rp5.000 per unit.

Dengan cara ini, biaya pengembangan tidak terlewat ketika menghitung modal sebenarnya.

3. Perhitungkan Biaya Bahan dan Proses Produksi

Bahan baku merupakan komponen utama dalam pembuatan skincare. Jenis bahan yang digunakan dapat memengaruhi biaya produksi. Produk dengan komposisi dan bahan aktif tertentu bisa memiliki biaya bahan yang berbeda dibandingkan produk dengan formula yang lebih sederhana.

Selain bahan baku, biaya produksi juga dapat mencakup proses penimbangan bahan, pencampuran, pengolahan, pengisian produk ke dalam kemasan, hingga pemeriksaan kualitas.

Jika pihak maklon memberikan harga produksi per unit, Anda dapat menggunakan harga tersebut sebagai dasar perhitungan.

Contohnya, biaya produksi dari bahan hingga produk siap dikemas adalah Rp25.000 per unit. Untuk 1.000 unit, maka biaya produksi menjadi:

1.000 × Rp25.000 = Rp25.000.000.

Pastikan Anda mengetahui dengan jelas apa saja yang sudah termasuk dalam harga tersebut agar tidak terjadi perhitungan ganda.

4. Masukkan Biaya Kemasan dan Label

Kemasan sering kali menjadi salah satu komponen yang cukup besar dalam biaya produksi skincare. Kemasan dapat mencakup wadah produk, tutup, inner, dus, label, segel, dan komponen pendukung lainnya.

Harga kemasan dapat berubah berdasarkan jenis bahan, ukuran, desain, kualitas, serta jumlah pemesanan. Kemasan yang dibuat secara khusus biasanya membutuhkan biaya lebih tinggi dibandingkan kemasan standar.

Misalnya, total biaya kemasan dan label adalah Rp8.000 per unit. Untuk 1.000 unit, perhitungannya:

1.000 × Rp8.000 = Rp8.000.000.

Jika Anda ingin menggunakan kemasan premium, jangan lupa memasukkan kenaikan biaya tersebut sejak awal agar harga jual nantinya tetap menguntungkan.

5. Perhatikan Biaya Pengujian dan Legalitas

Produksi skincare bukan hanya mengenai membuat produk dan memasukkannya ke dalam kemasan. Ada pula berbagai kebutuhan pengujian, dokumentasi, dan legalitas yang perlu diperhatikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Biaya ini dapat berbeda berdasarkan jenis produk dan layanan yang disediakan oleh jasa maklon. Beberapa perusahaan mungkin menawarkan paket yang sudah mencakup sebagian kebutuhan tersebut, sementara komponen lainnya dapat dikenakan biaya terpisah.

Oleh karena itu, tanyakan secara detail kepada pihak maklon mengenai biaya yang sudah termasuk dalam paket dan biaya tambahan yang mungkin muncul.

Cara ini penting agar Anda dapat menyusun anggaran dengan lebih realistis.

Baca Juga: Cara Cek Reputasi Pabrik Skincare Sebelum Produksi

6. Jangan Lupakan Biaya Desain dan Branding

Walaupun tidak selalu termasuk dalam biaya produksi langsung, desain dan branding tetap perlu dimasukkan dalam perencanaan modal bisnis skincare.

Beberapa kebutuhan yang mungkin muncul antara lain desain logo, desain label, desain dus, foto produk, pembuatan materi promosi, hingga kebutuhan identitas visual lainnya.

Sebagai contoh, Anda mengalokasikan Rp3.000.000 untuk kebutuhan desain dan branding awal. Jika ingin menghitung biaya tersebut sebagai bagian dari investasi produk pertama sebanyak 1.000 unit:

Rp3.000.000 ÷ 1.000 = Rp3.000 per unit.

Perhitungan seperti ini membantu Anda mendapatkan gambaran biaya yang lebih lengkap.

7. Hitung Biaya Pengiriman dan Biaya Tambahan

Biaya pengiriman juga perlu diperhatikan, terutama jika lokasi produksi dan gudang Anda berbeda. Produk dalam jumlah besar tentu membutuhkan ruang dan biaya transportasi yang lebih besar dibandingkan pengiriman dalam jumlah kecil.

Selain ongkos kirim, pertimbangkan pula biaya penyimpanan, administrasi, revisi desain, sampel, atau kebutuhan tambahan lain yang mungkin muncul selama proses produksi.

Sebaiknya siapkan dana cadangan untuk mengantisipasi biaya tidak terduga. Dengan demikian, perubahan kecil dalam proses produksi tidak langsung mengganggu anggaran utama.

8. Gunakan Rumus Total Biaya Produksi

Setelah seluruh komponen dikumpulkan, Anda dapat menghitung total biaya produksi menggunakan rumus sederhana:

Total Biaya Produksi = Biaya Formula + Biaya Produksi + Biaya Kemasan + Biaya Legalitas/Pengujian + Biaya Desain + Biaya Pengiriman + Biaya Tambahan.

Sebagai ilustrasi, misalnya produksi 1.000 unit membutuhkan:

  • Pengembangan formula: Rp5.000.000
  • Produksi: Rp25.000.000
  • Kemasan dan label: Rp8.000.000
  • Legalitas dan pengujian: Rp4.000.000
  • Desain dan branding: Rp3.000.000
  • Pengiriman dan biaya tambahan: Rp2.000.000

Maka total modal yang dialokasikan adalah:

Rp5.000.000 + Rp25.000.000 + Rp8.000.000 + Rp4.000.000 + Rp3.000.000 + Rp2.000.000 = Rp47.000.000.

Jika menghasilkan 1.000 unit, biaya rata-rata per unit adalah:

Rp47.000.000 ÷ 1.000 = Rp47.000 per unit.

Angka tersebut dapat menjadi dasar untuk menentukan strategi harga jual.

9. Tentukan Harga Jual dengan Mempertimbangkan Margin

Setelah mengetahui biaya produksi per unit, langkah berikutnya adalah menentukan harga jual. Jangan hanya menambahkan keuntungan secara asal karena masih ada biaya operasional bisnis yang perlu diperhitungkan.

Misalnya biaya rata-rata sebuah produk adalah Rp47.000 per unit. Anda perlu mempertimbangkan biaya pemasaran, marketplace, distribusi, promosi, tenaga kerja, penyimpanan, hingga potongan harga.

Harga jual harus cukup untuk menutup seluruh biaya sekaligus memberikan margin keuntungan yang sehat.

Karena itu, jangan langsung menganggap seluruh selisih antara biaya produksi dan harga jual sebagai keuntungan bersih.

10. Buat Perhitungan Sebelum Menentukan Jasa Maklon

Menghitung biaya produksi skincare melalui jasa maklon sebenarnya tidak sulit jika semua komponen dicatat sejak awal. Kuncinya adalah jangan hanya melihat harga produksi per unit.

Tanyakan secara rinci apa saja yang sudah termasuk dalam penawaran jasa maklon. Periksa biaya formula, bahan baku, produksi, kemasan, pengujian, legalitas, desain, pengiriman, serta biaya tambahan lainnya.

Dengan perhitungan yang matang, Anda dapat menentukan jumlah produksi yang sesuai dengan modal, menetapkan harga jual secara lebih rasional, dan memperkirakan potensi keuntungan bisnis.

Pada akhirnya, biaya maklon skincare bukan sekadar angka harga per produk. Ada banyak komponen yang perlu diperhitungkan agar anggaran bisnis tidak meleset. Semakin detail perencanaan dilakukan sejak awal, semakin mudah pula Anda mengelola modal dan mengembangkan brand skincare secara berkelanjutan.